Skip to main content

Posts

Elasmobranchii

 

Surat Cintaku Untuk Hutan dan Bumi

  Probolinggo, 22 April 2021   Hai, bagaimana kabarmu? Masih ingatkah kamu kepada diriku? Sepucuk surat yang engkau tuliskan saat itu. Karena kegundahanmu yang terus-menerus melanda. Dahulu kau begitu muda, usiamu baru 23 tahun. Semangatmu sangat membara diiringi dengan impian besar menaklukan dunia. Namun saat kau menemukanku sekarang, kamu dalam keadaan tua dan rapuh. Usiamu telah menginjak separuh abad lebih, tepatnya 73 tahun. Iya, 50 tahun telah berlalu. Lantas bagaimana keadaanmu? Aku tahu bahwa engkau telah rentan tak berdaya mencoba bertahan hidup di penghujung waktumu. Tapi, aku ingin mengingatkanmu akan janji-janji yang pernah engkau ucapkan dulu.   Bukankah dulu engkau pernah berkata untuk menyelamatkan bumi? Betul, tempat engkau tinggal saat ini. Ingatlah bahwa kamu dilahirkan di bumi dan kamu pun akan menghabiskan sisa waktumu juga di bumi yang ikut menua ini. Kau tahu bahwa manusia terus berlomba-lomba untuk mencari planet lain sebagai alternatif...

Merintis Pengalaman Meraih Prestasi, dengan Kuasai Teknik Menulis Storytelling dan Creative Writing Bersama Skill Academy

Banyak orang yang mengatakan bahwa menulis itu murni berkat pemberian Tuhan. Tetapi, saya percaya bahwa kemampuan menulis adalah buah hasil ketekunan , bakat hanya pelengkap saja. Saat ini, menulis telah menjadi bagian dari kehidupan. Apabila dahulu kala, menulis selalu dikaitkan dengan goresan pena dan selembar kertas. Sekarang ini di dunia digital, semua hal berisi tulisan-tulisan sebagai sumber informasi. Begitu banyak sekali bertebaran artikel di internet yang mudah dijumpai. Terdapat ribuan platform media massa yang turut meramaikan, penawaran kesempatan bagi siapa saja yang ingin menyampaikan pendapatnya di dunia maya. Kita sendiri pun sudah terbiasa menambahkan caption pada unggahan foto di media sosial agar mendapat likes dan menarik followers . Iya, tulisan pada media digital sebegitu pentingnya di kehidupan modern. Siapa saja bisa menyebut dirinya sebagai penulis, baik penuh ( full time ) maupun paruh waktu ( freelance ). Sayangnya kesalahan umum yang dihadapi penulis, te...

Brand Tangguh, Kelola Sampah Terpadu

Sekumpulan air tergenang, begitu pasrah ketika dirinya didorong paksa oleh angin menuju hamparan pasir berbatu. Air laut itu membawa oleh-oleh, kemasan plastik lusuh. Tumpukan plastik tersebut menghampiri seorang gadis di tepi Pantai Sendang Biru, Malang. Tatapan mata gadis berbaju putih hitam itu terhenti, tatkala menengok sebuah bungkusan mi instan merek ternama. “Agustus nanti, Indonesia berusia 74 tahun. Tetapi tulisan di bungkus mi ini, Dirgahayu Indonesia ke-55 tahun”. Artinya, bungkus mi yang dipegang erat-erat itu telah melalang buana di samudera selama 19 tahun lamanya. OOO Unggahan foto seorang mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Kota Malang tersebut, sempat menghebohkan jagat maya. Dilansir dari detikfood , tweet tentang penemuan plastik kemasan mi berumur 19 tahun yang dibagikan pada bulan April 2019 itu, telah mendapatkan 13.000 komentar.   Sampah Kemasan Masih Mendominasi Dari pemaparan berita diatas dapat ditarik benang merah bahwa persoalan sampah ...